About Me


Hiking Remako semenjak tahun 2025, bulan Agustus atas ide dan gagasan dari sosok bernama Akang Aly yang membentuk sebuah WAG sebagai wadah berbagi para remaja kolot yang ingin main ke alam. Lahir dari sebuah kegelisahan sederhana, di tengah dunia yang semakin cepat, masih adakah ruang untuk berjalan perlahan?

Kami adalah Remaja Kolot, ngakunya anak muda yang mungkin hidup di zaman modern, tetapi masih percaya bahwa ada hal-hal yang tidak pernah menjadi usang,  berjalan kaki, menikmati sunyi, menatap langit, menunggu matahari terbit, dan membiarkan alam mengajarkan sesuatu yang tidak selalu bisa ditemukan di dalam buku atau layar.

Bagi kami, mendaki bukan sekadar tentang mencapai puncak.

Gunung mengajarkan bahwa perjalanan memiliki arti yang sama pentingnya dengan tujuan. Setiap tanjakan menguji langkah, setiap kabut menguji keyakinan, dan setiap lelah mengajarkan bagaimana menghargai sebuah pencapaian. Di jalur pendakian, kami belajar bahwa tidak semua perjalanan harus cepat, tidak semua tujuan harus segera dicapai, dan terkadang tersesat sedikit justru membuat kita menemukan sesuatu yang lebih berarti.

Hiking Remako adalah tentang perjalanan.

Tentang kaki yang terus melangkah ketika tubuh ingin berhenti. Tentang tawa yang lahir di tengah lelah. Tentang secangkir kopi hangat di udara dingin. Tentang berbagi cerita di bawah langit malam. Tentang sunrise yang membuat semua rasa lelah terasa layak.

Dan yang paling penting, tentang pulang.

Karena setiap kali pergi ke alam, kami tidak hanya membawa ransel dan perlengkapan pendakian. Kami membawa rasa ingin tahu, membawa keresahan, membawa pertanyaan-pertanyaan tentang hidup. Lalu kami pulang dengan pikiran yang sedikit lebih tenang dan hati yang sedikit lebih lapang.

Di blog ini, Hiking Remako akan menjadi tempat untuk mencatat perjalanan tentang jeda, tentang gunung, hutan, jalur pendakian, perjalanan kecil, cerita besar, kegagalan, keberhasilan, dan segala hal yang kami temukan di sepanjang jalan.

Kami tidak mengaku sebagai pendaki paling hebat.

Kami hanya sekelompok Remaja Kolot yang percaya bahwa alam selalu punya cara untuk mengingatkan manusia agar berhenti sejenak, melihat ke atas, melihat ke sekitar, dan menyadari betapa kecilnya kita di hadapan semesta, lebih dari itu sebagi bentuk healing menyelaraskan dengan alam.

Karena hidup adalah perjalanan, dan barangkali kita memang tidak harus selalu tahu ke mana jalan ini membawa kita. Yang penting adalah keberanian "keep on moving".

Hiking Remako
Remaja Kolot yang memilih alam sebagai tempat belajar, perjalanan sebagai cara bertumbuh, dan gunung sebagai pengingat untuk tetap rendah hati.

Comments

Popular posts from this blog

Pendakian Gunung Manglayang: Pengalaman yang sangat berharga

Perjalanan Pertama Hiking Remako : Tektok Gunung Papandayan

EIGER Women Flagship Store Hadir di Bandung